Pengetahuan Masyarakat Terhadap Keamanan Obat Tradisional dan Risiko Bahan Kimia Obat di Indonesia

Penulis

  • Tina Wikara Pusat Analisis Kebijakan Obat dan Makanan, Badan Pengawas Obat dan Makanan, Jakarta, Indonesia
  • Sri Astuti Pusat Analisis Kebijakan Obat dan Makanan, Badan Pengawas Obat dan Makanan, Jakarta, Indonesia
  • Sri Nurhayati Pusat Analisis Kebijakan Obat dan Makanan, Badan Pengawas Obat dan Makanan, Jakarta, Indonesia
  • Rotua Uli Carolina Simanjuntak Pusat Analisis Kebijakan Obat dan Makanan, Badan Pengawas Obat dan Makanan, Jakarta, Indonesia
  • Evi Ratna Sari Pusat Analisis Kebijakan Obat dan Makanan, Badan Pengawas Obat dan Makanan, Jakarta, Indonesia
  • Oktiva Rahmawati Dhewi Pusat Analisis Kebijakan Obat dan Makanan, Badan Pengawas Obat dan Makanan, Jakarta, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.35617/jfionline.v18i2.791

Kata Kunci:

Obat Tradisional, Bahan kimia obat, Pengetahuan Masyarakat, Keamanan Obat Tradisional, Edukasi Kesehatan

Abstrak

Penggunaan obat tradisional di Indonesia semakin meningkat, sementara sebagian produk masih tidak memenuhi persyaratan keamanan dan berpotensi mengandung bahan kimia obat (BKO) yang membahayakan kesehatan. Kondisi ini menuntut pengetahuan yang memadai dari masyarakat dalam memilih obat tradisional yang aman dan bermutu. Penelitian ini bertujuan menilai tingkat pengetahuan masyarakat Indonesia terhadap keamanan obat tradisional serta pemahaman terhadap risiko BKO. Studi ini menggunakan desain potong lintang melalui survei nasional pada Juli–September 2024 dengan 20.610 responden dari 34 provinsi menggunakan metode stratified three-stage sampling. Hasil menunjukkan bahwa 74,24% responden menggunakan obat tradisional dalam enam bulan terakhir. Pengetahuan responden mengenai indikator keamanan produk pada kategori baik, terutama terkait label dan tanggal kedaluwarsa, sementara pemahaman mengenai nomor izin edar relatif lebih rendah. Pengetahuan responden tentang risiko kandungan BKO masih terbatas, dimana hanya 59,71% responden yang mengetahui bahwa obat tradisional dapat mengandung BKO dan berdampak terhadap kesehatan. Tingkat pengetahuan lebih tinggi pada perempuan, kelompok usia <35 tahun, masyarakat perkotaan, dan responden dengan tingkat pendidikan lebih tinggi. Masih terdapat kesenjangan pengetahuan masyarakat Indonesia terkait keamanan obat tradisional dan risiko BKO. Diperlukan upaya edukasi publik yang lebih masif dan terarah serta penguatan pengawasan untuk mencegah peredaran obat tradisional yang mengandung BKO.

Unduhan

Diterbitkan

31-07-2026

Cara Mengutip

Wikara, T., Astuti, S., Nurhayati, S., Simanjuntak, R. U. C., Sari, E. R., & Dhewi, O. R. (2026). Pengetahuan Masyarakat Terhadap Keamanan Obat Tradisional dan Risiko Bahan Kimia Obat di Indonesia. JFIOnline | Print ISSN 1412-1107 | E-ISSN 2355-696X, 18(2), 323–331. https://doi.org/10.35617/jfionline.v18i2.791

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

Artikel Serupa

1 2 3 > >> 

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.