Peran Ekstrak Kunyit dan Pegagan dalam Modifikasi Ekspresi Gen eNOS: Implikasi Terhadap Gangguan Ginjal pada Obesitas

Penulis

  • Agus Sulaeman Fakultas Farmasi, Universitas Bhakti Kencana, Bandung https://orcid.org/0000-0002-2947-2031
  • Eci Perayani Fakultas Farmasi, Universitas Bhakti Kencana, Bandung
  • Soni Muhsinin Fakultas Farmasi, Universitas Bhakti Kencana, Bandung
  • Nita Selifiana Fakultas Farmasi, Universitas Bhakti Kencana, Bandung
  • Elis Susilawati Fakultas Farmasi, Universitas Bhakti Kencana, Bandung
  • Marita Kaniawati Fakultas Farmasi, Universitas Bhakti Kencana, Bandung
  • Aghnia Nurvianti Nafilah Fakultas Farmasi, Universitas Bhakti Kencana, Bandung
  • Hendra Mahakam Fakultas Farmasi, Universitas Bhakti Kencana, Bandung
  • Putra Putra Fakultas Farmasi, Universitas Bhakti Kencana, Bandung

DOI:

https://doi.org/10.35617/jfionline.v18i2.763

Kata Kunci:

ekstrak kunyit, ekstrak pegagan, ekspresi gen enos, jaringan ginjal, obesitas

Abstrak

Obesitas merupakan masalah kesehatan global yang berkaitan erat dengan disfungsi endotel, stres oksidatif, dan gangguan ginjal, di mana endothelial nitric oxide synthase (eNOS) dan kadar nitric oxide (NO) menjadi biomarker penting untuk menjaga fungsi endotel. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efek ekstrak kunyit (Curcuma longa), pegagan (Centella asiatica), serta kombinasinya terhadap bobot badan, indeks organ, indeks lemak, biokimia darah, dan ekspresi gen eNOS pada ginjal tikus obesitas. Penelitian eksperimental ini menggunakan tikus putih jantan Wistar yang dikelompokkan secara acak kedalam enam kelompok, yaitu kontrol normal, kontrol negatif (diet tinggi lemak), kontrol positif (orlistat 10,8 mg/kgBB), ekstrak kunyit (200 mg/kgBB), ekstrak pegagan (200 mg/kgBB), serta kombinasi kunyit–pegagan (200:100 mg/kgBB). Perlakuan diberikan selama 60 hari, dengan parameter meliputi bobot badan, indeks organ, indeks lemak, biomarker darah (KTTI, kreatinin, NO, elastin), dan ekspresi gen eNOS menggunakan PCR. Analisis statistik dilakukan dengan one-way ANOVA dilanjutkan uji post hoc Tukey. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi ekstrak kunyit dan pegagan secara signifikan menurunkan bobot badan, indeks organ hati, ginjal, dan jantung, serta indeks lemak visceral, sekaligus memperbaiki biomarker darah melalui penurunan kreatinin, serta meningkatkan kadar NO serum mendekati normal dibandingkan dengan kontrol negatif dengan nilai rata-rata masing-masing sebesar -10.14±0.57%, 5.52±0.73%, 1.23±0.21%, 0.64±0.06%, 1.35±0.05%, 0.33±0.06 mg/dL, dan 5.14±0.58 mmol/L. Analisis ekspresi gen eNOS pada ginjal menunjukkan adanya tren peningkatan pada kelompok kombinasi, meskipun tidak signifikan secara statistik. Secara keseluruhan, kombinasi ekstrak kunyit dan pegagan berpotensi memberikan efek sinergis dalam memperbaiki disfungsi endotel dan gangguan ginjal akibat obesitas melalui mekanisme perbaikan profil lipid, penurunan biomarker kerusakan organ, serta peningkatan ketersediaan NO lebih baik dibandingkan ekstrak kunyit dan pegagan tunggal.

Biografi Penulis

Agus Sulaeman, Fakultas Farmasi, Universitas Bhakti Kencana, Bandung

 

 

Diterbitkan

10-05-2026

Cara Mengutip

Sulaeman, A., Perayani, E., Muhsinin, S., Selifiana, N., Susilawati, E., Kaniawati, M., … Putra, P. (2026). Peran Ekstrak Kunyit dan Pegagan dalam Modifikasi Ekspresi Gen eNOS: Implikasi Terhadap Gangguan Ginjal pada Obesitas. JFIOnline | Print ISSN 1412-1107 | E-ISSN 2355-696X, 18(2), 141–158. https://doi.org/10.35617/jfionline.v18i2.763

Artikel Serupa

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.