Eksplorasi Penggunaan Tanaman Obat untuk Pengobatan Jerawat di Desa Bukian, Payangan-Bali

Penulis

  • Ni Putu Sucitariningsih Clinical Pharmacy Study Program, Faculty of Health Sciences, International University of Bali
  • Ida Ayu Manik Partha Sutema Clinical Pharmacy Study Program, Faculty of Health Sciences, International University of Bali, Denpasar-Bali, Indonesia
  • Ni Putu Aryati Suryaningsih Clinical Pharmacy Study Program, Faculty of Health Sciences, International University of Bali
  • I Putu Riska Ardinata Clinical Pharmacy Study Program, Faculty of Health Sciences, International University of Bali

DOI:

https://doi.org/10.35617/jfionline.v18i2.365

Kata Kunci:

etnofarmakologi, tanaman obat, nilai guna, Cutibacterium acnes, Bali

Abstrak

Jerawat merupakan kondisi kulit yang umum terjadi dan mempengaruhi hingga 85% populasi manusia, terutama dipicu oleh perubahan hormonal yang menyebabkan peningkatan produksi sebum serta proliferasi Cutibacterium acnes. Pengendalian kelebihan minyak pada kulit menjadi pendekatan penting dalam penatalaksanaan jerawat, selain penggunaan terapi konvensional seperti antibiotik minosiklin dan doksisiklin. Secara turun temurun sebelum ditemukannya obat sintetis, pengobatan menggunakan bahan alam menjadi membantu perbaikan jerawat dan masih digunakan sampai saat ini terutama masyarakat pedesaan. Tujuan: mengeksplorasi jenis dan tumbuhan obat sebagai antijerawat pada masyarakat Desa Bukian Payangan-Bali. Metode: Jenis penelitian ini yaitu deskriptif kuantitatif. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik snowball sampling. Data dikumpulkan melalui daftar cek (checklist) dari 100 responden. Hasil: Terdapat 13 jenis tanaman antijerawat dimana 13 jenis tanaman sebagai antijerawat diantaranya Nangka, Pakis, Jeruk Nipis, Rumput Teki, Lidah Buaya, Sirih Cina, Tomat, Kelor, Kunyit, Kacang Merah, Timun, Merica, dan Cendana, dimana Nangka (Artocarpus heterophyllus) memiliki nilai Use Value tertinggi (0.44) yang berasal dari pekarangan rumah (39%). Bagian tanaman yang paling banyak digunakan adalah daun (64.30%) dengan cara pengolahan yaitu diremas (54.95%) dan digunakan dengan cara ditempel (87%) pada area wajah yang berjerawat. Khasiat yang paling dirasakan terkait mengurangi kulit berminyak. Kesimpulan: Terdapat sebanyak 13 tanaman sebagai antijerawat, dengan dominasi penggunaan pada bagian daun dan memiliki efek utama pengendalian sebum.

Diterbitkan

10-05-2026

Cara Mengutip

Sucitariningsih, N. P., Sutema, I. A. M. P., Suryaningsih, N. P. A., & Ardinata, I. P. R. (2026). Eksplorasi Penggunaan Tanaman Obat untuk Pengobatan Jerawat di Desa Bukian, Payangan-Bali. JFIOnline | Print ISSN 1412-1107 | E-ISSN 2355-696X, 18(2), 170–187. https://doi.org/10.35617/jfionline.v18i2.365

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama